Post Ad Area

Post Home Style

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, January 22, 2018

Membagi Harta Curian



"Apakah karena dia banci? Lalu kamu membencinya?" pertanyaan yang terucap pelan itu mendadak muncul di sela jeda diam ketika kami menyeruput kopi.

Wednesday, November 29, 2017

Yang Kecil Tapi Mengganggu



Itu bukan hal besar!
Kalimat pendek yang sering diucapkan, oleh banyak orang. Dan biasanya disertai dengan nada bicara yang hampir sama. Ringan, sambil lalu, serta mengecilkan nilai objek percakapan.

Saturday, June 3, 2017

Rahasia Ramadhan Hari Kedelapan


"Baru delapan hari ya." Ucapnya ringan. Tangannya pun dengan lincah memasukkan batang-batang renyah kue bawang, memenuhi plastik berukuran 500 gram. Kata-kata tadi terurai santai. Baru delapan hari. Merujuk pada perjalanan bulan Ramadhan yang memasuki hari Kedelapan.

Kata-kata singkat, sambil lalu, dihiasi senyum ramah di wajah bernuansa Hindustan yang sering ku temui pada mereka yang berasal dari Pidie. Sejak dua bulan lalu aku memang menyempatkan sekali dua dalam sebulan untuk berhenti sejenak di kedai keripik milik perempuan ramah dan suaminya itu.

Thursday, April 27, 2017

Berdiri di Tapak Kaki Orang Lain



Dengan cukup beringas, dilontarkannya nama salah satu hewan yang diharamkan dalam Islam, untuk saya.

Saat itu kami berada di ruang dosen. Sekitar tahun 2006, sebelas tahun lalu. Dan sedang di tengah-tengah perdebatan mengenai ospek jurusan.

Friday, March 3, 2017

Kecanduan Training Motivasi



Tahun 2013 saya resmi memutuskan diri berhenti dari aktivitas sebagai trainer. Bukan hal luar biasa, secara saya memang belum sekelas Mario Teguh, dan mereka lainnya yang berlabel inspirator-motivator-karburator dan tor-tor lainnya. Saya malah tidak terlalu ingat bagaimana mulanya saya mulai diundang menjadi pemateri atau pembicara di berbagai seminar lokal, tingkat provinsi, dan beberapa diantaranya nasional.

Wednesday, October 19, 2016

Little Zap Pengingat Kecil dari Tuhan.



Tak jarang kita menghadapi hal yang sudah sangat sering kita kerjakan. Bidang yang kita punya pengalaman bertahun-tahun di’dalam’nya. Kerjaan yang kita merasa sudah sangat yakin pada kapasitas diri, sehingga benak kita menyiapkan nyaris segala kemungkinan untuk hampir segala skenario. Dan zaaap, Tuhan menegur kita. Mengingatkan betapa kecilnya kita. Betapa lemah dan tak berdayanya mahluk bernama manusia ini dalam perhitungan probabilitas yang melibatkan semesta raya milik Illahi.

Friday, October 7, 2016

Cina Kafir Dan Intolerannya Islam

Old Rusty House

Cina itu kafir, dan  itu karena Islam Intoleran Lagi dan untuk kesekian kalinya kutemukan cerita sejenis itu di laman jejaring sosial. Seorang perempuan yang merasa tersinggung, karena perempuan lain yang kebetulan seorang muslimah menolak bersalaman dengannya. Seketika, ungkapan bernada serupa, yaitu agama Islam adalah agama intoleran bertaburan di kolom komentar.

Friday, September 2, 2016

Menulis Bukan Sekadar Menyusun Kata.

Menulis Bukan Sekadar Menyusun Kata.

Merasa jenuh menulis. Ada banyak yang ingin dituliskan, namun ketika berhadapan dengan laptop -- atau jendela new post di blog -- kata yang sudah bergumpal mendadak kaku mengeras dan macet. Tersangkut dalam pikiran yang tanpa sebab mati suri.

Lain waktu, karena mendengar kisah nan insipratif dari para penulis motivator inspirator karburator, yang mencerahkan hati dan jiwa raga, dengan anjuran indah cerdas mempesona, agar selalu membawa-bawa buku catatan.

Tuliskan saja, kata mereka. Ketika kelebat ide itu melintas, tuliskan. Jangan ditunda-tunda, tumpahkan segala kata demi kata menjadi kalimat. Nasihat indah dan menawan. Tidak sia-sia mereka menempuh pendidikan bertahun-tahun, mengoleksi beragam buku dengan nama penulis yang menyebutkannya saja butuh ilmu atau alamat salah sebut, serta terkilir lidah.

Dan yang terjadi ...

Thursday, August 25, 2016

Masjid Peminta-minta.


Sudah terlalu sering, hingga menjadi biasa. Melintas di depan masjid, ada dua bangku dengan sosok berwajah lelah, satu di ujung sini, yg lain di ujung sana. Menadah tangan meminta helai keping rupiah. Untuk masjid.

Memalukan.

Monday, June 20, 2016

Tsunami dan Dosa Aceh.



Aku mestilah bukan yang pertama merespon ceramah Ust. Khalid Basalamah. Bukan semua ceramahnya. Tak lain dan tak bukan adalah ceramah 'lama' beliau mengenai Tsunami yang melanda Aceh, dan pernyataan mengenai sebabnya adalah dosa merata orang Aceh.

Thursday, June 16, 2016

Ramadan Raid, Saeni, dan Aceh

Ramadan Raid, Saeni, dan Aceh

Ramadan Raid. Kata yang menjadi headline di berbagai media asing. Isinya kurang lebih sama, tentang betapa intolerannya Indonesia, dan dianggap  melakukan serangan terhadap pedagang kecil yang berjualan di bulan ramadhan. Membuka laman twitterku yang lama terbengkalai, topik ini juga mencuat.

Pemberitaan dengan label Ramadan Raid, ada yang menuliskan juga Ramadhan Raid. Bagiku adalah pembuktian betapa besarnya islamophobia di dunia. Luar biasa sebuah kejadian di kota Serang, tiba-tiba menjadi 'headline' di berbagai media internasional.

Tuesday, June 7, 2016

Sekadar Satu Meja Bukan Duduk Bersama

Sekadar Satu Meja Bukan Duduk Bersama

Kami hanya sekadar satu meja, bukannya duduk bersama. Kurang lebih begitu, kalimat yang ku sampaikan untuk menjawab tanya mengapa sebuah 'komunitas' wisata yang aku sering hadiri ajang kumpul-kumpulnya, belum menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Narasi singkat tadi. Juga jawaban untuk tanya lain. Soal mengapa komunitas itu tak kunjung meluncurkan satu program pun.

Dan itu, kalimat tadi, adalah hal yang nyris terlalu sering aku temukan.

Tuesday, May 24, 2016

Just doing my best

First of all. Ini pertama kalinya aku membuat post menggunakan ponsel. Sederhana saja, laptop semakin sering mengulah, dan meskipun hanya menggunakan ponsel jadul, aku ingin tetap bisa menuliskan pikiran dalam benak yg sembrawut ini.

Aku bukan blogger aktif. Nilai yg diberikan alexa bagi blogku pun terbilang tinggi (dan dalam dunia blog itu jelek hahaha).Terakhir kalinya aku melihat, sepertinya di angka 6 jutaan menuju 7. Sebenarnya itu tidak jadi soal. Sejak dulu mulai menulis di friendster, kemudian multiply, aku menulis hanya karena ingin menulis. Trafic, rank, payrate, SEO, sampai sekarang masih jadi 'dunia lain' bagiku.

Menginstal blogger apps ini pun semata karena sering ketika aku punya ide membuat tulisan, tapi laptop tak menyala, atau memang aku tak sedang dekat dengan laptop.
Masalahnya, aku penulis bergenre moody, sehingga ketika laptop ditangan, ide tulisan sudah terbang entah kemana. Sedangkan ponsel selalu ada di dekatku. Entah itu di saku atau dalam tas.

Hal yang sedang mengisi pikiranku adalah tentang troll dalam kehidupan. Term yg kugunakan sebagai bentuk adaptif dari istilah Internet Troll. Para pencela yang dikategorikan sebagai predator dlm dunia maya, dalam sosial media.

Yang mengintai di wall sosmed, mencari korban, lalu mencela, meneror, bahkan menyerang. Mereka menghancurkan target dengan mencela, menghina, merendahkan, memprovokasi, dan tak jarang (pada akhirnya) menghancurkan kehidupan targetnya.

Kenyataannya, aku menemukan troll yg nyata, yang hidup.
Aku melihat dengan mata sendiri, bagaimana mereka menjadi perusak.

Mereka dgn cermat menebarkan perpecahan. Menghacurkan usaha orang-orang yg ingin melakukan perubahan. Dengan ringan mengatakan ...

"Yang kamu lakukan itu, sudah pernah kami lakukan. Sia-sia, tak berguna, orang di sini memang bebal, tak bisa kita ubah."

Atau ...

"Kapasitas kamu apa? Dgn keadaan kamu yang cuma akademisnya buruk, apa yg bisa kamu buat. Demi kebaikan kamu, berhenti ajalah, yang ada malu nanti."

Selalu dgn cepat menjatuhkan semangat, dengan cerdas menemukan sepuluh dua puluh keburukan untuk setiap satu hal baik yg ingin dilakukan orang lain. Selalu menemukan cara utk mencela.

Para predator...atau lebih cocok di anggap seperti dementor. Mahluk yg hidup dengan memakan kebahagiaan orang lain, memakan semangat hidup orang lain.

Di kehidupan nyata ini, bukan kisah Harry Potter, tempat para dementor hidup. Bukan dunia yg punya mantra penghasil patronus yang bisa mengusir dementor.

Dalam kehidupan nyata tidak segampang itu.

Hal termudah yang bisa dilakukan di dunia nyata, hanyalah bertahan melakukan yang bisa dilakukann. Just do your best. Berhenti berharap akan ada orang lain yang menyelesaikan. Yakin saja, hanya Tuhan dan diri kita.

Just do your best. Setelah itu berserah saja pada Tuhan.

Thursday, May 19, 2016

Muniru, Sesaat Dalam Pelukan Kehangatan.



Aroma yang membumbung mengangkasa, gemeretak kayu yang berderak dalam pelukan api, dan kehangatan yang mengapung mengisi udara malam di pegunungan Dataran Tinggi Gayo.

Mendekat ke api unggun yang menyala, seolah keluar dari danau yang dingin lalu membenamkan setengah badan dalam kolam porselen berisi air hangat. Ada kenyamanan yang melegakan. Bukan sebatas kenyamanan fisik, tapi melegakan sampai ke dalam jiwa.

Sulit menjelaskannya. Tapi begitulah adanya. Kenyataan yang melingkupi api unggun.

Friday, January 29, 2016

Masih Trauma

www.livingwellspendingless.com
Tsunami menerjang pesisir Aceh pada 26 Desember 2004. Sudah sepuluh tahun berlalu. Tapi sampai hari ini, rasa takut masih ada. Setiap mendengar suara berderak di atap, deg, jantung berpacu lebih cepat. Padahal hanya kucing yang melintas di atas seng. Atau mendengar suara menderu, menggemuruh yang mendekat. Yang ternyata hanya derum truk besar.

Tuesday, January 26, 2016

Korupsi Itu Dibolehkan



"Korupsi itu dibolehkan. Asalkan dia menggunakannya untuk kebaikan. Dari pada uangnya diambil orang lain lalu nanti digunakan untuk kejahatan, hal yang buruk. Lihatlah Robin Hood. Hasil kejahatannya menjadi kebaikan bagi banyak orang."

Friday, August 14, 2015

Memilih PKS

Di sudut sana mencaci maki, di sudut sebelahnya lagi memprovokasi. Baca ke timeline yang itu isinya mengolok-olok Islam, menggunakan ilmunya malah untuk menebar kekacauan. Berbalik ke timeline yang lain jumpa dengan para fanatik.

Giliran baca inbox malah berjumpa dengan kawan yang tanpa mau repot bertanya langsung menghakimi. Pasalnya sangat sederhana. Beberapa status yang menampilkan hal baik tentang pak Jokowi, tak peduli seberapa kebetulannya hal baik itu muncul. 

Politik, kisruh sosial, konspirasi, saling cela, dan maki. Padahal sudah beberapa kali saya jelaskan, posisi saya saat ini adalah memilih PKS.

Thursday, August 6, 2015

Islam Nusantara? Kami di Aceh memilih Islam Internasional.

Source. visitaceh2014.wordpress.com

"Aceh itu santai aja soal gaya. Mau pakai jubah ala arab, afrika, cina, atau hindustan, gak masalah. Mau pakai kopiah hitam nusantara, kain sarung nusantara, baju koko ala cina, atau peci putih gaya arab, diterima.
Eh ada yg bilang liberal.
Loh, kok liberal? Islami donk. Soalnya dalam islam kan aturannya semua dah ada. Mo pake gaya maroko, cina atau eropa, mo pake bahasa pengantar apa, semuanya gak dilarang, asal memenuhi unsur syar'i nya kan? smile emoticon

Yang gak boleh diubah juga jelas. Ngaji pakai bahasa yg digunakan Qur'an, aturannya sesuai aturan baca Qur'an. Shalat pakai bahasa Qur'an, seperti juga hadits. Itu aturannya jelas, itu juga yg disunnahkan. Gak suka? Ya ini cuma wajib buat muslim kok. Keberatan? Balik lagi ke syahadat. Itu aturannya.
Soal bahasa arab, itu memang identitas islam. Bukan krn bangsa arabnya, tp krn itu yg Allah tetapkan. Sama seandainya Islam turun di eropa, trus Allah menetapkan bahasa identitas adalah bahasa Denmark. Nah ini turunnya kan di Arab.
Kenapa arab?

Sunday, August 2, 2015

Suka Melihat Orang Marah? Jangan-Jangan Anda NPD

Narcissus by Caravaggio | en.wikipedia.org
Merasa puas ketika bisa membuat orang lain merasa lebih rendah. Gembira ketika berhasil membuat orang yang dianggap 'mengganggu superioritas' meledakkan amarah. Atau bisa jadi meyakini kalau orang lain sangat tidak memahami betapa bagus dan berkualitas diri anda.

Saya selalu membayangkan yang namanya narsis adalah suka tampil di depan orang lain, atau senang menjadi pusat perhatian. Ternyata suka jadi 'bintang' itu hanya salah satu dari efek Narsis.

Menemukannya secara tidak sengaja ketika mencari data untuk project menulis yang kesekian. Awalnya saya mencari gangguang kejiwaan untuk memperkuat karakter tokoh yang sedang saya bangun untuk tulisan. Seorang laki-laki yang tidak memiliki 'diri pribadi' seutuhnya. Menciptakan peran dan karakter bagi dirinya, dan itu membuatnya bisa hidup.

Wednesday, July 29, 2015

Dihukum Seumur Hidup Karena Diperkosa

Source. jpost.com


Mengejutkan memang. Kenyataan yang pahit. Seorang wanita muda. Tidak bersalah, dan dengan kejam diperkosa. Tapi hukuman justru jatuh pada korban. Dinyatakan bersalah dan mendapat hukuman seumur hidup.

Kenyataan dengan impian memang sering berbeda. Seperti mimpi hukum yang adil untuk semua, kenyataan berbeda, hukum masih tidak adil. Hukum dunia tentunya, karena hukum Allah terbukti melintasi abad, sebagai hukum yang adil.

Tapi dunia yang kita tinggali menerapkan hukuman yang aneh. Masih membawa impian keadilan di satu sisi. Dan di sisi lain, seorang wanita muda dihukum karena diperkosa.

Start typing and press Enter to search