Post Ad Area

Post Home Style

Friday, May 29, 2015

Memanusiakan Mereka

Source: wallpaperno.com
Saya tidak mencatat, atau sejujurnya lupa, tren ini pertama kali dimulai kapan. Tapi kalau mau dilihat lagi, sejak beberapa waktu terakhir, mereka dijadikan lebih manusia. Mereka dimanusiakan.

Bisa jadi karena perkembangan jaman, logika yang semakin tumbuh, dan tuntutan publik yang mulai memintas segala hal itu jadi lebih realistis. Bisa jadi karena kita mulai ingin segala sesuatu itu dekat dengan diri kita. Dalam ilmu public speaking, salah satu cara untuk membangun ikatan adalah adanya keterlibatan. Contoh mudahnya, kita lebih suka kalau membicarakan, menyaksikan, tau bahkan mencela yang ada hubungannya dengan diri kita, atau pengalaman kita.

Dan salah satu pengaruh yang muncul dalam dunia modern ini dengan kebutuhan adanya unsur 'ah iya, gue banget tuh', ya ini. Mereka dibuat semanusiawi mungkin.

Perhatikan semua film tentang mereka. Semuanya tiba-tiba menjadi sosok yang manusiawi, bahkan sering sekali yang ditonjolkan sekarang ini, adalah sisi manusiawinya.

Thursday, May 14, 2015

Situ Juga Sama Saya

Aslinya diniatkan untuk status facebook. Tapi setelah dipertimbangkan lagi, akhirnya dijadikan postingan di blog saja. Selain untuk menjaga kesan blog tetap aktif. Tulisan ini mungkin kepanjangan kalau di status fb.

"Orang gayo juga tidak toleran." 

Komentar saya ini langsung disambut dengan emosi oleh seorang kawan. Tadi kami berjumpa setelah lama tak bertemu. Ngopi di warung milik saudaranya di pusat kota Takengon. Amarahnya kontan tersulut. Pernyataan saya tadi ditanggapinya dengan sangat panas. Bahkan mulai membawa soal suku, dan fakta bahwa saya pendatang dari pesisir yang kini menetap di Takengon.

Sunday, May 10, 2015

Akhirnya, The Lost Kamen Rider Return.

Salah satu serial tokusatsu yang paling saya sukai, adalah serial Kamen Rider. Karakter superhero yang secara literal bisa diterjemahkan namanya jadi Pahlawan Bertopeng. Sejak pertama kali menonton seri Kamen Rider yang paling populer di Indonesia, Kamen Rider Black ( Yang entah kenapa diterjemahkan menjadi Ksatria Baja Hitam), saya mulai menyusuri sejarahnya. Bahkan mulai mengumpulkan film-filmnya.

Karakter favorit saya sampai saat ini adalah Amazon, yang penayangannya hanya 24 episode dan mendapat kritik keras karena material kekerasan yang tinggi. Dan Kuuga, Keduanya menjadi karakter yang palin saya sukai selain karena tampilan yang unik, juga karena ceritanya yang terbilang perih dibanding yang lain. Kedua karakter ini, memiliki kisah dimana mereka selalu menyembunyikan rasa sedih mereka, dan mencoba terlihat kuat dan gembira.

Kata orang, kita cenderung menyukai cerita yang memiliki kedekatan personal dengan kita, entahlah.

Saturday, May 9, 2015

Kenangan 80's : Kikaider & Inazuman

source: captured from youtube
Yang namanya generasi 80's punya banyak kenangan yang unik. Bukan karena kami lebih baik dari generasi lain, sama sekali tidak. Tapi karena periode itu adalah periode peralihan. Teknologi mulai melesat dan berkembang. Di saat yang sama beberapa tahun kemudian negara kita juga memiliki akses yg lebih besar untuk berbagai perangkat yang waktu itu masih sangat baru. Paling tidak, baru untuk kita.

Salah satunya adalah video player. Dan itu membuka banyak akses untuk tontonan dari negara asing. Selain film televisi tentunya.

Mungkin masih banyak di angkatan kami, yang ingat dengan kaset video rental, kaset VHS dengan warna merah. Seperti juga saya masih ingat untuk menonton video itu di rumah tetangga kami harus setor 200 rupiah per anak. Itupun masih bisa di usir pulang sebelum film selesai kalau kebetulan anak yang punya rumah ngambek.

Thursday, May 7, 2015

Sekelas Hollywood

source: galleryhip.com
Saya suka menonton film-film lama. Bernostalgia menikmati kenangan masa kecil. Dan sebagai generasi 80's ada banyak hal menarik yang bisa dikenang.

Bagaimanapun orang berkomentar generasi kami angkatan 80's adalah generasi menarik. Generasi peralihan. Kami adalah titik dimana perubahan trend dan teknologi terjadi. Saya sempat merasakan masa bermain dengan kelereng, galah panjang, patok lele, bola godok, batalion tin. Lalu menikmati permainan 'komputer' seperti atari, lalu spica, nintendo, ding-dong, hingga play station yang sekarang sudah 3rd generation,

Merasakan ngetik dengan mesin ketik, dari yang ukurannya sebesar meja, hingga yang sebesar koper kecil. Mempelajari komputer dari DOS, Word Star, Lotus, kemudian Windows 3.11, lalu ver.95, 98, XP, sampai ke Windows 8 sekarang.

Start typing and press Enter to search