Post Ad Area

Post Home Style

Friday, May 29, 2015

Memanusiakan Mereka

Source: wallpaperno.com
Saya tidak mencatat, atau sejujurnya lupa, tren ini pertama kali dimulai kapan. Tapi kalau mau dilihat lagi, sejak beberapa waktu terakhir, mereka dijadikan lebih manusia. Mereka dimanusiakan.

Bisa jadi karena perkembangan jaman, logika yang semakin tumbuh, dan tuntutan publik yang mulai memintas segala hal itu jadi lebih realistis. Bisa jadi karena kita mulai ingin segala sesuatu itu dekat dengan diri kita. Dalam ilmu public speaking, salah satu cara untuk membangun ikatan adalah adanya keterlibatan. Contoh mudahnya, kita lebih suka kalau membicarakan, menyaksikan, tau bahkan mencela yang ada hubungannya dengan diri kita, atau pengalaman kita.

Dan salah satu pengaruh yang muncul dalam dunia modern ini dengan kebutuhan adanya unsur 'ah iya, gue banget tuh', ya ini. Mereka dibuat semanusiawi mungkin.

Perhatikan semua film tentang mereka. Semuanya tiba-tiba menjadi sosok yang manusiawi, bahkan sering sekali yang ditonjolkan sekarang ini, adalah sisi manusiawinya.


Lihat saja remakenya Batman, the Dark Knight. Bukan hanya hajar dan pukul, tapi Bruce Wayne ditampilkan lebih pada sisi pribadinya. Masalah dalam pergaulan, kebimbangan antara tugas pahlawan dan cintanya. Diperkuat dengan masalah kejiwaan yang menciptakan Joker, musuh abadi Batman, dan dendam akibat kehilangan yang membuat Harvey Dent berubah dari baik menjadi jahat. Dan jahatnya berada diwilayah abu-abu. Jahat karena ketidakmampuan meraih keadilan.

Source: Wikipedia
Dalam the Man of Steel, Clark Kent bukan hanya muncul sebagai superman. Sosok yang selama bertahun-tahun selalu melekat dengan aktor Christopher Reeve. Muncul kembali dengan gaya yang lebih manusiawi. Bukan semata manusia super tanpa tanding. Superman/Clark Kent ( diperankan oleh Henry Cavill ) punya isu percaya diri, kebimbangan pada kekuatan dan eksistensinya, terpecah antara sisi manusia dan kryptonian. Musuh yang hadir pun bukan semata jahat, tapi (lagi-lagi) berada pada sisi abu-abu, ada dilema moralnya.

Banyak kalau mau dicontohkan, Spiderman versi terbaru ( diperankan Andrew Garfield ), lebih dalam mengangkat sisi kehidupan pribadi Peter Parker. Bahkan serial tv para super hero ini juga lebih banyak bermain pada sisi pribadi mereka. Gotham, serial tv yang merupakan prekuel dari Batman, membuka latar belakang sosial the Penguin, James Gordon, Bruce Wayne kecil, dan banyak tokoh yang nantinya akan menjadi karakter utama dalam kisah Batman.

Yang terbaru, The Flash. Selama bertahun-tahun karakter Barry Allen ditampilkan sebagai superhero yang sangat cerdas dan bisa menggunakan kecepatannya sebagai senjata. Tapi dalam serial tv terbaru ini, Flash tampil sebagai sosok hero pemula, yang kacau balau karena belum memahami kekuatannya sendiri. Ditambah lagi dengan konflik yang timbul dalam kehidupan pribadi ketika harus menyembunyikan identitas ganda. Masalah emosi dan perilaku sosial Barry yang sangat dipengaruhi oleh obsesi untuk menemukan pembunuh ibunya, dan membebaskan ayahnya dari penjara.

Dan kita penonton, 'dipaksa' untuk melihat kehidupan kita sendiri terselip dalam dunia para hero yang mendadak jadi lebih manusia seperti kita juga. Kita melihat dilema sikap dan kebimbangan moral. Kita melihat beban 'pekerjaan' menekan kehidupan sosial romantis kita. Perseteruan antara teman. Persoalan menemukan teman yang bisa dipercaya, atau salah memilih dimana meletakkan rasa percaya. Orang yang menyalahgunakan kekuasaan. atau sebaliknya orang yang disalahgunakan kekuasaan.

Banyak, ada sangat banyak hal menarik. tapi semuanya muncul karena satu kondisi. 
Entah sejak kapan, mereka dituntut menjadi lebih manusiawi. 

Seorang teman penyuka teori konspirasi, dengan wajah serius pernah berpendapat, "Ada misi untuk membuat kita secara bertahap menjadi kehilangan kepercayaan pada keajaiban. Pada mukjizat. Pada kekuatan Illahi. Ada yang merencanakan untuk menanamkan pikiran bahwa semua hal itu bisa dijelaskan logika dan sains. Dan secara bertahap semua hal bernuansa keajaiban, hilang. Padahal keajaiban, kekuatan yg tak bisa dijelaskan sains, adalah landasan sederhana kita percaya, ada Tuhan. Kekuatan maha dahsyat di atas segalanya." 

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search