Post Ad Area

Post Home Style

Wednesday, August 31, 2016

Kayla dan Mimpi-mimpi Nana.



Dari sekian banyak pertanyaan yang seharusnya aku ajukan. Tapi aku memilih pertanyaan ini. "Kay, ini siapa? Nana tanpa sebab pernah mengirimkan foto ini, dan seorang teman menunjukkan bahwa itu bukan Nana. Mirip tapi bukan."

Kayla melirik foto itu, aku tidak tahu apakah dia tersenyum di balik cadarnya. Tapi sesaat kemudian Kayla menggelengkan kepalanya. "Itu memang bukan Nana." Ujarnya pelan.

Thursday, August 25, 2016

Masjid Peminta-minta.


Sudah terlalu sering, hingga menjadi biasa. Melintas di depan masjid, ada dua bangku dengan sosok berwajah lelah, satu di ujung sini, yg lain di ujung sana. Menadah tangan meminta helai keping rupiah. Untuk masjid.

Memalukan.

Saturday, August 20, 2016

Karena Jay



Seberapa banyak yang akan menangis kalau aku mati. Pertanyaan yang terus berputar tanpa jawaban sejak beberapa bulan kemarin. Tepatnya sejak penguburan Jay, seratus dua belas hari sembilan jam tiga puluh empat menit lalu.

Saat itu hanya ada pak imam, Fauzi dan Itok yang satu kos dengan Jay, sebelas orang yang tidak aku kenal, tiga pekerja gali kubur, dan Bu Lina, staf kantor tempat Jay bekerja. Lalu aku. Berdiri mengelilingi gundukan tanah yang masih lembab.

Start typing and press Enter to search