Skip to main content

Posts

Featured Post

Apa salahnya kalau berbikini di Aceh

Apa salahnya kalau berbikini di Aceh. Kalimat yang menjadi awal obrolan sederhana antara saya dengan Kim. Setelah sempat bercakap-cakap mengenai perjalanannya selama empat hari menjelajah tepian danau Lut Tawar.
Recent posts

Kecanduan Training Motivasi

Tahun 2013 saya resmi memutuskan diri berhenti dari aktivitas sebagai trainer. Bukan hal luar biasa, secara saya memang belum sekelas Mario Teguh, dan mereka lainnya yang berlabel inspirator-motivator-karburator dan tor-tor lainnya. Saya malah tidak terlalu ingat bagaimana mulanya saya mulai diundang menjadi pemateri atau pembicara di berbagai seminar lokal, tingkat provinsi, dan beberapa diantaranya nasional.

Siapakah Permadi Arya Abu Janda Al-Boliwudi

Sebenarnya paling malas menulis hal-hal begini. Rasanya seperti menjadi bagian dari infotainment yang membahas hal-hal tidak penting, semisal nikahan artis ini, artis itu masak telur ceplok di dapur rumahnya, atau liburan gak penting dari dunia artis. Yam hal-hal sejenis itulah. Yang mungkin saja bagi sebagian orang 'dianggap' penting. Hal-hal yang membuat bahkan beberapa seleb kelas dunia menjadi terkenal untuk alasan yang tidak jelas seperti the Kardashian.
Tapi saya penasaran. Siapa sebenarnya Abu Janda ini. Dari mana asalnya. Tidak mungkin dia muncul begitu saja dari antah berantah. Pasti ada jejak 'digital' tentang keberadaannya.

Leuser Dalam Bayangan Kepunahan Manusia

Manusia sedang menuju kepunahan. Apakah nanti karena kiamat memang tiba, atau mungkin kita sendiri yang memastikan kehancuran kita, umat manusia dari muka bumi.

Semalam saya melihat tayangan Years Of Living Dangerously di National Geographic. Episode di mana bintang Hollywood Jack Black menelusuri dampak perubahan iklim di Miami, Florida. Black bertemu dengan banyak pejuang lingkungan, termasuk diantaranya Delaney Reynolds, gadis berusia 16 tahun climate activist dari Florida.

Saya hidup di sebuah negara bagian dimana gubernur kami menyangkal dampak perubahan iklim, pejabat kami menyangkal perubahan iklim ini akibat ulah manusia. - Delaney Reynolds

Berhenti Saja Untuk Apa Kuliah

Beberapa waktu kemarin lini masa sosial mediaku bertabur foto-foto ceria. Wajah gembira karena telah menjadi peserta perhelatan istimewa, wisuda. Ragam rona dan gaya tersaji. Wajah sederhana yang mendadak meriah penuh pulasan warna. Atau baju sewaan yang menguras tabungan. Jas, dasi, anggaran khusus untuk jamuan selepas acara. Facebook, twitter, instagram. Semua larut dalam selebrasi euforia kelulusan.

Tapi selepas itu apa? Sebagian dari mereka menemukan dirinya tercenung dalam barisan panjang pencari kerja. Atau duduk termenung di balik meja, ketika sarjana Teknik Pertamanan banting stir menjadi pegawai di usaha Laundry milik Pak Mukidi, yang SMP pun tak tamat.

Karena Anti Mainstream Sudah Mainstream

Anti Mainstream. Gaya melawan arus. Jadi berbeda. Pilihan sikap yang dalam satu dekade terakhir ini kulihat semakin banyak dipilih. Sayangnya banyak yang tak paham, maka lahirlah generasi egois yang berlindung dibalik kata saya punya hak untuk berbeda.

Little Zap Pengingat Kecil dari Tuhan.

Tak jarang kita menghadapi hal yang sudah sangat sering kita kerjakan. Bidang yang kita punya pengalaman bertahun-tahun di’dalam’nya. Kerjaan yang kita merasa sudah sangat yakin pada kapasitas diri, sehingga benak kita menyiapkan nyaris segala kemungkinan untuk hampir segala skenario. Dan zaaap, Tuhan menegur kita. Mengingatkan betapa kecilnya kita. Betapa lemah dan tak berdayanya mahluk bernama manusia ini dalam perhitungan probabilitas yang melibatkan semesta raya milik Illahi.