Post Ad Area

Post Home Style

Wednesday, April 9, 2014

Dari Kandang Babi hingga Gudang Preman.

Peunayong


Tanpa alasan jelas, saat shalat isya semalam, mendadak saya teringat dulu almarhum Nek Ayah (kakek) saya TR. Said, pernah mengatakan baru pulang dari kandang babi. Cerita yang beliau sampaikan, membekas kuat bahkan ketika SMA, saat bersama teman-teman kami mendirikan majalah sekolah, saya sempat menuliskan artikel mengenai ‘kandang babi’ ini. Sayangnya artikel itu tidak pernah naik cetak, dan saya lalu melupakannya.

Ke Kandang Babi, kalimat ini masih lazim digunakan oleh orang tua yang sempat merasakan masa kanak-kanak jelang kemerdekaan Indonesia, untuk merujuk bila mereka hendak pergi ke wilayah Setui, Banda Aceh. Setidaknya itu masih terdengar sampai saya masuk SMA tahun 1994.

Start typing and press Enter to search