Post Ad Area

Post Home Style

Thursday, June 18, 2015

Dimulai Dari Nol, Ya.

Source: 961theeagle.com

Ramadhan kali ini lebih berasa. 

Itu deskripsi yang paling pas untuk menggambarkan apa yang saya rasakan. Bukan saja karena ini Ramadhan kedua saya bisa menghabiskan waktu penuh dengan istri dan anak-anak, tapi juga karena kali ini ramadhan dijalani dengan persiapan yang lebih mapan.

Sejak sebelas bulan lalu, sejak ramadhan tahun kemarin, yang berjalan berantakan jauh dari target yang direncanakan, saya mulai dengan coba membangun persiapan. Iya, persiapan untuk ramadhan tahun ini. Bukan secara materil, tapi persiapan yang lebih difokuskan ke orangnya.

Dimulai dengan jujur pada diri sendiri. Coba melihat siapa diri saya, dari sisi yang sejujur-jujurnya. Kalau dijabarkan, mungkin jadi novelet, tapi intinya saya mulai dengan berdamai dengan diri sendiri.
Akan sulit mempersiapkan diri menghadapi ramadhan, yang sebenarnya adalah perang besar antara saya yang ingin jadi lebih baik dan diri saya yang lebih suka menurutkan ajakan pada godaan demi godaan.

Saturday, June 13, 2015

My Movie List : a Thousand Word

Saya pernah menuliskan -- entah dimana -- bahwa berbicara adalah senjata yang mengerikan. Bisa melipat gandakan kebaikan, atau mengamplifikasi kejahatan. Dan sampai hari ini saya masih mempercayainya. 

Buktinya banyak, sangat banyak. Contohnya saja Hitler, bukan bangsa jerman murni, namun mampu mengangkat dirinya menjadi pemimpin tertinggi. Lihat video orasinya di youtube, tanpa paham apa yang dikatakannya, tapi caranya berbicara memang mampu membakar semangat. Indonesia punya Soekarno, yang kehadirannya diakui dunia, dihormati oleh banyak negara, bahkan setelah tiada, kedekatan dengan namanya saja masih memberikan efek yang kuat.

Film ini, saya suka karena membahas mengenai 'berbicara'. Dan pelajaran tentang bagaimana kita melupakan bahwa setiap kata-kata kita itu sebenarnya berharga.

Ceritanya sederhana. Jack Mc Call (Eddie Murphy) adalah seorang agen penerbitan yang sangat egois. Kemampuan berbicaranya yang sangat baik, dan keahliannya untuk membuat lawan bicara tidak sempat menjawab banyak, membuat sering berhasil mendapatkan perjanjian penerbitan buku. Jack mengincar seorang penulis spiritual, Dr. Sinja, seorang guru New Age, yang dianggapnya akan mampu menjadi sumber kesuksesan Jack berikutnya.

Profit, profit dan profit. Jack hanya memfokuskan seluruh kehidupannya untuk mencari keuntungan. Bahkan mengesampingkan perhatian pada orang-orang terdekatnya. Caroline Mc Call, istri Jack, akhirnya menyerah dan memutuskan pergi.

Apakah ceritanya hanya begitu saja? Jelas tidak. Cerita baru dimulai ketika Jack dalam upayanya mendekati Dr. Sinja, berurusan dengan sebatang pohon di kediaman Sinja. Pohon itu ternyata pohon ajaib, dan mendadak berpindah dari kediaman Sinja, lalu muncul di halaman rumah Jack.
Disinilah cerita menjadi menarik. Pohon itu ternyata memiliki hubungan dengan kebiasaan Jack untuk bicara sesukanya. Setiap helai daunnya senilai satu kata. Dan setiap Jack berbicara satu kata, maka satu helai daunnya gugur. Sinja mengatakan bahwa ketika semua daunnya gugur, maka Jack akan mati.

30 Day Ramadhan Blogging Challenge

Ramadhan sebentar lagi. Semoga diizinkan berjumpa dan lulus dari ramadhan kali ini dengan nilai memuaskan.

Setiap ramadhan, saya sama seperti ribuan orang lainnya, membuat catatan soal apa yang ingin dilakukan dalam ramadhan. Dan sama seperti ribuan lainnya, setiap minggu atau bahkan ada yang hanya berselang hari, catatan itu dikurangi. Selalu saja ada hambatan yang membuat target pencapaian terpaksa dikurangi.

Ramadhan ini inginnya menjadi satu awal yang baru. Salah satunya dengan target pencapaian. Saya bertekad ramadhan kali ini, tidak akan mencoret target dengan alasan tak bisa dilakukan, kecuali kalau memang ada uzur syar'i, alasan yang memang dibenarkan dan memang tak bisa ditawar.

Satu hal yang selama ini saya sadar, terlalu banyak ikut pelatihan motivasi yang (sebagian) hanya menjual mimpi --karena ada sebagian yang memang beneran pelatihan yg bagus -- membuat saya menjadi manusia tidak realistis. Menciptakan target tidak terukur, yang seolah dengan kerja keras semata akan tercapai. 

Thursday, June 11, 2015

Kreatif Dari Lahir?

Beberapa hari kemarin, saya berkesempatan jumpa dengan salah satu orang muda paling kreatif di Aceh. Dan itu bukan sekedar memuji karena kenal, tapi prestasinya memang menunjukkan bahwa sebutan itu layak disematkan pada seorang Hijrah Saputra.

Terus terang saya tidak kenal dekat dengan Hijrah, tapi jadi lumayan sering berinteraksi sejak saya belajar nge-blog dan bergabung dengan Gam Inong Blogger, itu pun hanya di media sosial. 

Dalam dunia 'training'pun kelas kami berbeda,Hijrah termasuk trainer dengan bintang, bersinar dan dikenal sampai nasional. Saya sih kelas kampus aja. Bukan merendah, atau merasa rendah diri, ini kan bicara fakta.

Dan kalau boleh jujur, sebenarnya selama ini saya sendiri kebingungan dengan jalan yang ingin saya tempuh. Saya trainer, saya graphic designer, saya nulis, saya jadi reporter, saya (sempat) buka cafe, saya pernah usaha sayur mayur, dagang bakso, burger, sampai roti bakar. Semuanya, sebagian besar malah dijalani sekaligus, hasilnya ya serba tanggung.

Monday, June 8, 2015

My Movie List : Wonderful Radio (K-Movie, 2012)


Dari tidak terlalu banyak K-Movie yang saya tonton, film ini termasuk yang berada dalam daftar Bagus. Wonderful Radio. Mengangkat kisah dunia penyiar radio, film ini jelas punya nilai sentimentil buat saya.

Saya bukan penggila K-Movie, tapi jujur saya akui, saya kagum dengan beberapa film korea. jangan tanyakan rating atau apa film terbaru 2015. Kalau ada film korea yang saya tonton biasanya karena di copy-kan teman. Itu pun bila dari bagian-bagian awalnya saya tidak merasa film itu menarik, dengan cepat film itu masuk ke recycle bin.

Dan selama ini, naluri saya belum mengecewakan saya. Film-film korea yang saya tonton, semuanya layak untuk disimpan dan ditonton beberapa kali.

Friday, June 5, 2015

Tempat Rahasia Peunajoh Aceh dan Pengalaman Baru.



Entah sejak kapan, wisata kuliner di Banda Aceh jadi baku. Kalau makan mie aceh, umumnya Razali atau Mie Simpang Lima. Ngopi, ya di Solong. Sate pasti di Rex Peunayong. Dan banyak lagi tempat makan yang itu dan itu saja.

Dan jujur saja, itu menyebalkan. Saya seperti melihat orang yang kagum dengan sebutir batu giok padahal saat itu dia sedang berdiri di lembah yang sekelilingnya adalah gunung batu perhiasan.
Persis perasaan saya saat mendengar ada teman yang terkagum-kagum dengan pantai di Bali, padahal wilayah pesisir Aceh punya banyak pantai yang tak kalah indah. Atau mendengar teman cerita tentang makan pizza di gerai Pizza Hut ketika ke Kuala Lumpur (cuma itu sih di Banda Aceh juga ada).

Wednesday, June 3, 2015

Terjebak Romantisme L300




Saya punya satu folder khusus berjudul L300. Isinya lagu-lagu slow rock malaysia 80's-90's. Lagu-lagu yang sepertinya sudah menjadi trademark untuk menemani perjalanan dengan mobil angkutan umum antar kabupaten.

Search, Iklim, Slam, Wings, UK's, Exist, Spoon, Lestari, dan banyak lagi. Lagu-lagu yang sekarang sering di olok-olok oleh generasi 2000'an ke atas. Walaupun kenyataannya, banyak kejadian saya temukan adik kecil kita itu ternyata diam-diam bersenandung ketika mendengar lagu-lagu lama ini.

Sebenarnya bukan cuma dari negeri jiran malaysia sih, tapi kalau yg Indonesia ya tidak jauh-jauh dari Nike Ardila, Inka Christie, Dodi Dores, Anie Carera, dkk. Yang tipe lagunya, ya gitu-gitu juga, sebelas dua belas. Slow rock melow dengan nuansa melayu.

Start typing and press Enter to search