Post Ad Area

Post Home Style

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Saturday, December 30, 2017

Mante, Mitos atau Nyata.


Sejak beberapa tahun ini, bila berbicara sejarah Aceh, ada bagian ketika saya harus menahan rasa kesal. Menghadapi olok-olok dan senyum geli. Pasalnya sederhana, Mante.

Tuesday, April 5, 2016

Yang Tak Pantas Jadi Blogger



Selemah-lemahnya 'iman' kebloggeran seorang blogger adalah ketika ia hanya mampu menuliskan satu postingan perbulan.

Untuk kesekian kalinya aku mendengar pernyataan sejenis. Sebulan sebelumnya, pernyataan senada menjadi api dalam percakapan di satu grup dunia maya. Berselang hari setelahnya satu tautan link menghantarkan aku memasuki laman seorang blogger senior. Sudah tajam keyboardnya karena sering terasah di kancah dunia persilatan kata. Dan kalimatnya pun seiras. Tajam mengiris.

Kubaca kata demi kata dan tercenung memahaminya. Sungguh sia-sia mereka yang hanya posting sebulan dua bulan sekali. Hanya penggembira yang tak pantas menyebut dirinya blogger.

Friday, August 14, 2015

Memilih PKS

Di sudut sana mencaci maki, di sudut sebelahnya lagi memprovokasi. Baca ke timeline yang itu isinya mengolok-olok Islam, menggunakan ilmunya malah untuk menebar kekacauan. Berbalik ke timeline yang lain jumpa dengan para fanatik.

Giliran baca inbox malah berjumpa dengan kawan yang tanpa mau repot bertanya langsung menghakimi. Pasalnya sangat sederhana. Beberapa status yang menampilkan hal baik tentang pak Jokowi, tak peduli seberapa kebetulannya hal baik itu muncul. 

Politik, kisruh sosial, konspirasi, saling cela, dan maki. Padahal sudah beberapa kali saya jelaskan, posisi saya saat ini adalah memilih PKS.

Thursday, August 6, 2015

Islam Nusantara? Kami di Aceh memilih Islam Internasional.

Source. visitaceh2014.wordpress.com

"Aceh itu santai aja soal gaya. Mau pakai jubah ala arab, afrika, cina, atau hindustan, gak masalah. Mau pakai kopiah hitam nusantara, kain sarung nusantara, baju koko ala cina, atau peci putih gaya arab, diterima.
Eh ada yg bilang liberal.
Loh, kok liberal? Islami donk. Soalnya dalam islam kan aturannya semua dah ada. Mo pake gaya maroko, cina atau eropa, mo pake bahasa pengantar apa, semuanya gak dilarang, asal memenuhi unsur syar'i nya kan? smile emoticon

Yang gak boleh diubah juga jelas. Ngaji pakai bahasa yg digunakan Qur'an, aturannya sesuai aturan baca Qur'an. Shalat pakai bahasa Qur'an, seperti juga hadits. Itu aturannya jelas, itu juga yg disunnahkan. Gak suka? Ya ini cuma wajib buat muslim kok. Keberatan? Balik lagi ke syahadat. Itu aturannya.
Soal bahasa arab, itu memang identitas islam. Bukan krn bangsa arabnya, tp krn itu yg Allah tetapkan. Sama seandainya Islam turun di eropa, trus Allah menetapkan bahasa identitas adalah bahasa Denmark. Nah ini turunnya kan di Arab.
Kenapa arab?

Start typing and press Enter to search