Post Ad Area

Post Home Style

Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Saturday, December 30, 2017

Mante, Mitos atau Nyata.


Sejak beberapa tahun ini, bila berbicara sejarah Aceh, ada bagian ketika saya harus menahan rasa kesal. Menghadapi olok-olok dan senyum geli. Pasalnya sederhana, Mante.

Tuesday, December 13, 2016

Apa salahnya kalau berbikini di Aceh

bikini aceh


Apa salahnya kalau berbikini di Aceh. Kalimat yang menjadi awal obrolan sederhana antara saya dengan Kim. Setelah sempat bercakap-cakap mengenai perjalanannya selama empat hari menjelajah tepian danau Lut Tawar.

Monday, June 20, 2016

Tsunami dan Dosa Aceh.



Aku mestilah bukan yang pertama merespon ceramah Ust. Khalid Basalamah. Bukan semua ceramahnya. Tak lain dan tak bukan adalah ceramah 'lama' beliau mengenai Tsunami yang melanda Aceh, dan pernyataan mengenai sebabnya adalah dosa merata orang Aceh.

Wednesday, June 1, 2016

Dilema Bunda, Syariat Islam, dan Gaya Hidup.



Walaupun tidak terlalu membahana, tapi sejak kemarin aku memperhatikan nama bunda Illiza naik dalam traffic percakapan dunia maya. Sederhana saja, karena bunda nonton bioskop. Hal yang sebenarnya umum dilakukan banyak orang. Tapi jadi satu hal yang 'salah' saat kenyataannya bunda adalah walikota kota Banda Aceh. Sama seperti kota lainnya di Aceh, sampai saat ini bioskop masih menjadi hal yang dilarang.

Bersama pak Sandiaga Uno dan Istri juga pak Sabri Badruddin dan T Iqbal Djohan (anggota DPRK Banda Aceh). Begitu, ku baca di akun instagram bunda. Kalau tak salah dari dua partai nasional keduanya. Melirik keterangan waktu, diunggahnya pagi ini. Kalau mereka memang ikut nonton, nah ini dia. Pahit memang. Sikap yang menyakiti hati rakyat yang dilarang punya bioskop, tapi para pengambil kebijakannya malah bersikap sebaliknya. Ingat ini soal kebijakan dan sikapnya, bukan soal bioskopnya, kawan. Pembuat peraturan itu mestinya orang pertama yang menjalankan aturan.

Wednesday, March 2, 2016

Maksimalnya Ija Kroeng Di Dataran Tinggi Gayo


Ija Kroeng, bila dialih bahasakan kata bahasa Aceh itu berarti kain sarung. Salah satu produk fashion yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di beberapa belahan dunia.

Lirik saja Srilanka, dan tersenyumlah ketika melihat dari masyarakat yang memanggul sayur mayur, hingga pasukan milisi yang memanggul senapan serbu dan pelontar roket anti tank, berjalan dengan memakai ija kroeng. Di wilayah beraroma melayu, kain sarung juga menjadi busana sehari-hari.

Tapi ketika saya pindah dari pesisir Aceh untuk menetap di Dataran Tinggi Gayo, baru saya tersadar betapa maksimalnya penggunaan kain sarung.

Start typing and press Enter to search