Post Ad Area

Post Home Style

Showing posts with label politisi. Show all posts
Showing posts with label politisi. Show all posts

Friday, January 6, 2017

Siapakah Permadi Arya Abu Janda Al-Boliwudi

Abu Janda Al Boliwudi

Sebenarnya paling malas menulis hal-hal begini. Rasanya seperti menjadi bagian dari infotainment yang membahas hal-hal tidak penting, semisal nikahan artis ini, artis itu masak telur ceplok di dapur rumahnya, atau liburan gak penting dari dunia artis. Yam hal-hal sejenis itulah. Yang mungkin saja bagi sebagian orang 'dianggap' penting. Hal-hal yang membuat bahkan beberapa seleb kelas dunia menjadi terkenal untuk alasan yang tidak jelas seperti the Kardashian.

Tapi saya penasaran. Siapa sebenarnya Abu Janda ini. Dari mana asalnya. Tidak mungkin dia muncul begitu saja dari antah berantah. Pasti ada jejak 'digital' tentang keberadaannya.

Wednesday, June 1, 2016

Dilema Bunda, Syariat Islam, dan Gaya Hidup.



Walaupun tidak terlalu membahana, tapi sejak kemarin aku memperhatikan nama bunda Illiza naik dalam traffic percakapan dunia maya. Sederhana saja, karena bunda nonton bioskop. Hal yang sebenarnya umum dilakukan banyak orang. Tapi jadi satu hal yang 'salah' saat kenyataannya bunda adalah walikota kota Banda Aceh. Sama seperti kota lainnya di Aceh, sampai saat ini bioskop masih menjadi hal yang dilarang.

Bersama pak Sandiaga Uno dan Istri juga pak Sabri Badruddin dan T Iqbal Djohan (anggota DPRK Banda Aceh). Begitu, ku baca di akun instagram bunda. Kalau tak salah dari dua partai nasional keduanya. Melirik keterangan waktu, diunggahnya pagi ini. Kalau mereka memang ikut nonton, nah ini dia. Pahit memang. Sikap yang menyakiti hati rakyat yang dilarang punya bioskop, tapi para pengambil kebijakannya malah bersikap sebaliknya. Ingat ini soal kebijakan dan sikapnya, bukan soal bioskopnya, kawan. Pembuat peraturan itu mestinya orang pertama yang menjalankan aturan.

Tuesday, May 31, 2016

Ketika Bunda Illiza Nonton Bioskop



Bunda Illiza nonton bioskop. Inti dari sepenggal tulisan disebuah media. Link muncul di kotak pesan pada salah satu jejaring sosial media yang kumiliki. Kurenungkan, kutimbang dalam-dalam, ku coba menulusuri hati nurani, dan kuputuskan sedikit mengomentarinya di laman facebook.

Dan tak jauh dari yang ku sangka. Komentar mendukung dan mencela berarak pelan.

Start typing and press Enter to search