Post Ad Area

Post Home Style

Monday, February 10, 2014

Telor Cicak

Kemarin malam, saat sedang menikmati mie instan, tengah malam, rehat sejenak dari menulis naskah novel yang sejak tahun kemarin maju dengan sangat lambat, mendadak melihat satu benda, tak jauh dari barisan buku di meja. Telur cicak.

Source : rumahjajanbandung.blogspot.com
Saya seketika teringat dengan satu jajanan, dimasa kecil. Permen telor cicak, yang warna warni. Jadi terpikir, kemana saja jajan model begitu, sekarang nyaris tidak terlihat lagi.

Padahal dulu rasanya ada begitu banyak jajanan yang membuat dunia anak-anak itu terasa meriah, dengan harga yang sebenarnya terbilang murah.

Sebagai penyuka yang ber'nuansa' mie, yang paling saya ingat adalah mie Anak Mas. Ada 3 rasa yang saya ingat, yang bungkusnya merah rasa kaldu ayam, yang bungkusnya oren rasa udang, dan yang bungksnya biru rasa keju.

Source : Kaskus.
Terus ada juga makanan mie kering yang legendaris, bungkusnya kecil-kecil. Saya sering memakannya
dengan nasi panas, Krip-Krip namanya. Kesukaan saya yang bungkus merah, rasa pedas. Kalau yang bungkus biru kurang suka, rasa kejunya agak aneh. Asin betul.

Kalau diingat-ingat lagi, ada juga variant rasa mie instant yang merknya masih ada sampai sekarang, tapi rasa yang dulu saya suka ini, tidak dibuat lagi. Sarimi Rasa Baso Sapi, bungkusnya oren. Dan Mie Cepek Rasa Sop Buntut. Rasanya tuh enaaaaak betul. Satu lagi ada yang namanya Vitami, tapi itu udah gak ada jejaknya sama sekali.

Gak cuma mie, ada juga permen rasa sarsaparila, Permen Mr. Sarmento, klo tidak salah sih, satu pabrikan dengan Nano-nano yang manis-asem-asin. Ada juga coklat legendaris, coklat cap ayam jago. Juga permen karet Yossan (kalau gak salah ingat), saya sempat koleksi tuh stiker robotnya. :)

Ada juga makanan ringan, Tic-Tic. Dan satu lagi, lupa namanya, tapi sepertinya leluhur pilus. Agak lebih besar dari pilus, dan warna-warni, kemasannya plastik warna biru gelap.

Source : rumahjajanbandung.blogspot.com
Selain yang 'pabrikan' ada juga yang rumahan. Mie Lidi yang pakai saos cabe buatan sendiri, dan Mihun. Dalam bungkus kecil pake kertas koran atau daun pisang. Ada juga es Gogo (entah apa sebutannya di daerah lain), es yang bentuknya panjang seperti silinder, dipotong trus ditusuk pakai lidi. Gula tarik yang manis ala gula aren dan asam kana, manisan cair dengan gula merah-asam jawa-sedikit cabe.
Ada juga Es Kepit, dibuat dari es batu yang diserut, trus dikepit pakai dua buah tatakan gelas dari logam, disiram sirup warna merah disatu sisi, warna ijo disisi lain.

Dulu, belum ramai supermarket, paling juga warung kampung. Tapi entahlah, rasanya meriah betul. Pulang ngaji, atau pulang main dilapangan, ada kegembiraan tersendiri yang sulit digantikan ketika beli jajanan itu dan makan sambil nongkrong. Dipinggir mesjid, atau di tanah lapang, di bawah pohon, atau nangkring di pohon.

Ah, kenangan. Memang menarik dan menyenangkan.

3 comments:

  1. ada yang lupa disebut di atas bang, LIMUN!
    soft drink rumahan sebelum era coca cola berkuasa di warung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaaa..ketauan ferhat dulunya doyan limun. sekarang kok gak ada lagi ya?

      Delete
  2. Katanya krip-krip bikinan Indofood ya gan? dan sudah tidak di produksi lama. Tapi masih ada yang jual. Bahaya banget ya kalo barang palsu atau kadaluarsa.

    ReplyDelete

Start typing and press Enter to search