Monday, May 8, 2017

Membangun Panggung Untuk Menulis


"Karena aku ingin menyediakan tempat berbeda untuk setiap tulisan." Jawaban yang kuberikan atas pertanyaan mengapa membangun beberapa blog.

Awalnya memang ketika mulai menulis di blog ini, niatnya hanyalah menulis. Semata menulis tanpa pengharapan ini dan itu. Satu blog sebagai tempat menuliskan isi kepala yang sering terasa penuh. 

Pernah terhenti selama hampir dua tahun, diikuti masa-masa 'malas', blog ini akhirnya kembali tersentuh dan mulai cukup rajin diisi setahun belakangan.
Tak ingin menafikan, kuakui ada masa-masa 'gelap'. Ya, seperti yang umum dialami oleh blogger pemula, aku sempat terkontaminasi dengan keinginan mencari uang cepat dari blog.

Hasilnya adalah tumpukan stres yang membuatku muak menulis. Tiba-tiba saja ukuran menulis adalah seberapa tinggi viewer-nya, bagaimana GA, DA, rank Alexa, dan berbagai peringkat lainnya. Pikiranku berputar soal bagaimana membuat judul memikat, semacam "5 Trik Menulis Blog Yang Harus Diketahui, nomor 3 Ternyata Paling Gampang". 

Butuh waktu untuk menyadari bukan itu yang sebenarnya kucari. Saat memahami betapa aku menikmati saat menulis, menyusun kata-kata, merasa puas saat membaca tulisan yang tersaji bukan sekadar deretan kata-kata. Bahagia ketika mendapat pesan dari para senior -- bahkan junior -- yang secara kapasitas ku tahu lebih dulu menyeriusi dunia kata. Saat itulah aku memutuskan berhenti menjadikan blog sebagai tempat mencari uang. Blog harus menjadi pekerjaan yang kunikmati. 
Aku ingin menikmati menulis. Dan untuk itu aku menulis.
Hidupku tak lalu jadi hidup tanpa beban. Tapi menjadi lebih mudah untuk dinikmati.
Aku melihat blog serupa rak buku. Setiap rak, sangat mungkin ditata untuk jenis buku yang sesuai.



Lalu untuk apa membuat beberapa blog cabang? Karena apa yang disajikan tentu akan mempengaruhi siapa yang datang. Aku cukup yakin itu sebabnya dunia blog mengenal istilah niche, tema yang mewarnai dan menjadi arus utama blog yang dipilih. Sisi lainnya, aku tak ingin saat aku menuliskan catatan soal buku, komentar yang muncul adalah politik. 

Pemikiran yang menjadi sebab aku menata blog buku, dan kemarin membuat blog tempatku menuliskan segala hal seputar politik dan negara, selain blog ini, yang memang sengaja kuniatkan sebagai jurnal tempat menuliskan pikirku soal kehidupan, tempatku berjalan menjelajahi dan mendokumentasikan kehidupan. 

Tapi bila ada tanya tentang blog yang masih belum rutin terurus, sejujurnya kuakui, itu perkara yang memang masih harus kuperbaiki.
  1. Alhamdulillah sudah sadar hahaha

    ReplyDelete
  2. Gak di grup, gak di blog. Tetap aja kejaaam ya, Han.

    ReplyDelete

Start typing and press Enter to search