Wednesday, July 15, 2015

5 Warung Mie Aceh Yang Harus dikunjungi di Banda Aceh


Siapapun yang berkunjung ke Aceh, pasti ingat dengan salah satu kuliner terkenal dari Aceh, Mie Aceh. Dan menemukan mie Aceh yang enak di Banda Aceh, jelas menjadi satu tantangan tersendiri. Bukan karena tak banyak yang menjual, tapi justru karena sangat banyak yang menjualnya.
Nama-nama seperti Mie Simpang Lima, Mie Rajali, atau Mie Lala, adalah nama yang standar dikenal oleh para wisatawan. Tapi sebagai salah satu mieholic, dan warga lokal, saya punya beberapa tempat kesukaan untuk menikmati mie aceh. Ya, anda tidak salah baca, beberapa tempat, bukan satu saja. Masing-masing tempat punya andalan varian olahan mie aceh yang berbeda.

1. Mie Turis.
Tak susah mencarinya. Letaknya dekat dengan asrama Haji dan Polda Aceh. Berada di salah satu jalan utama kota Banda Aceh, Jln. T. Nyak Arif, Warung mie yang sudah berusia lebih dari 10 tahun ini menyajikan hampir seluruh varian olahan mie Aceh. Mie Aceh Seafood adalah menu pilihan saya untuk dicicipi di warung Mie Turis ini. Bumbu yang ringan tapi padat rasa rempah-rempah khas mie Aceh, dikombinasikan dengan udang dan cumi-cumi memberikan perpaduan rasa pedas rempah-rempah dan manis dari seafood. Bahan baku pilihan yang segar menjamin rasa yang stabil.

2. Mie Pak Uus.
Gerai kecil sederhana milik seorang bapak tambun berkumis besar ini letaknya tepat di dekat jempatan penyeberangan tak jauh dari Asrama Haji Banda Aceh. Berseberangan dengan Mie Turis. Tapi warung kecil ini bukan pemain baru. Sudah lebih dari dua puluh tahun, Mie Rebus Pak Us menjadi menu legenda bagi banyak penyuka mie rebus. Tidak lepas dari aroma rempah khas mie Aceh, Pak Us menyajikan mie rebus Aceh dengan kuah kaldu kerang. Mienya tidak bertabur udang atau ragam seafood lainnya, karena hanya ada beberapa potong udang dan cumi. Proporsi udang dan cumi, serta kuah kaldu kerang sudah diatur untuk menciptakan komposisi rasa yang ideal. Tidak ada aroma yang terlalu kuat menekan aroma lainnya, sehingga mie rebus Aceh ala warung Mie Pak Us ini terasa seimbang.

3. Mie Andista.
Lokasinya tak jauh dari Rumah Sakit Kesdam, Kuta Alam, Banda Aceh. Mie pilihan saya disini adalah Mie Goreng Ekstra Pedas. Itu yang menjadi menu kesukaan saya di warung mie Aceh ini. Berbeda dengan mie ekstra pedas ditempat lain, yang sering kehilangan keseimbangan rasa, sehingga yang terasa hanya pedas saja. Disini, pedasnya dahsyat, tapi rasa lainnya juga muncul. Ditambah lagi dengan bonus suiran ayam goreng, sensasi makan mie Aceh ekstra pedas menjadi salah satu ‘perjalanan’ rekreasi kuliner yang menyenangkan. Bayangkan 20 menit menikmati hidangan pedas, super pedas, disela-sela rutinitas pekerjaan, atau jalan-jalan. Sesuatu yang sangat layak di coba.

4. Mie Daging di Starjazz.
Tempat ini hanya warung kopi bergaya semacam cafe, warung yang biasa ditemukan sekarang bertaburan di Banda Aceh. Lokasinya tak jauh dari Sp. Surabaya. Menyediakan koneksi wifi, dan televisi serta layar lebar untuk nonton bola. Nyaris di tengah-tengah kalau dihitung dari sudut-sudut kota Banda Aceh. Tapi gerai mie Aceh di warung kopi ini, tidak biasa.
Banyak tempat yang menyediakan mie daging. Dan sering hasilnya adalah mie dengan setumpuk daging, berlebihan dengan keseimbangan rasa yang buruk. Sering yang terjadi adalah makan daging dengan mie, bukan makan mie dengan daging. Tapi disini, mie dan daging memiliki proporsi perbandingan yang sangat baik. Meskipun hampir dalam setiap suapan selalu ada daging, tapi rasa khas mie Acehnya tetap kuat. Bukan hanya itu, dengan sangat pintar mienya dibuat tidak terlalu kering, sehingga kombinasi sedikit kuah dan kaldu daging, menciptakan saus yang melapisi mie, dan memberikan citarasa tersendiri saat menyantapnya.

5. Mie Cek Mun Bireuen.
Lokasinya di Ulee Kareng, jalan Kebun Raja. Tepat diseberang pintu belakang Solong Ulee Kareng. Di sini, kesukaan saya adalah mie goreng basahnya. Mie tumis kata orang jawa. Mendeskripsikannya agak susah, tapi cara gampangnya satu, sebut saja enaknya pakai banget.

Start typing and press Enter to search